Tersentak ketika melihat facebook dimana teman menginformasikan bahwa Annisa Rachmat (kawan kuliah saya) masuk rumah sakit dikarenakan Steve Johnson Syndrome. Sebuah penyakit langka dan berpotensi mematikan (saya benci menulis ini) dikarenakan alergi terhadap obat-obatan *kulit melepuh dan pendarahan dibibir. Tomat (begitu biasa saya panggil annisa) seorang periang dan bersemangat dalam berbagai macam hal tengah mengawali kariernya di sebuah perusahaan sebagai geologist (pekerjaan aneh yang membutuhkan kondisi fisik prima). Sama seperti saya, tomat baru mencoba bergelut dengan kerasnya dunia….wuah klise tapi intinya kita muda, kita beda, kita berbahaya (bersemangat maksudnya).
Saya menjenguk di RS Sentosa Bandung kamar 646, tubuh terbaring itu dipastikan si tomat yang kena Steve Johnson Syndrome. Untung lah ga seperti gambaran yang saya dapatkan di internet tentang penyakit Steve Johnson Syndrome, dia terlihat lebih baik dari foto orang lain di internet yang kena penyakit serupa. Kita mengobrol namun tomat mengarahkan kepada obrolan ringan tentang emas (ngebahas geologi gitu), sengaja!untuk mengalihkan perhatian saya terhadap kondisinya. Namun saya tetap punya mata dong dimana bibir dan pipi nya terlihat hancur dan membengkak, tidak tega! saya pun keluar dan merokok diluar rumah sakit.
Ini tidak benar! tomat memiliki fisik yang kuat (kita melalui ospek geologi bersama) namun penyakit membuatnya tidak berdaya dirumah sakit. Ada suatu pelajaran didalamnya dimana kita yang masih sehat untuk menjaga kondisi tubuh ini karena kesehatan itu harganya sangat mahal. Berapa biaya untuk penyembuhan tomat? Berapa waktu yang terbuang oleh tomat? Berapa moment yang terlewatkan tomat? Berapa tenaga tomat yang terbuang percuma? jawabannya pastilah sangat besar.
Tomat mengeluh bosan di rumah sakit! ya kita yang sehat bisa melakukan banyak hal. Tamparan keras disini karena saya biasa menghabiskan banyak waktu secara percuma hanya untuk tidur-tiduran dan bermalasan layaknya orang yang sakit. Saya sehat, tentunya jangan sampai penyakit datang dan saya menyesalkan betapa banyak hal yang bisa saya lakukan ketika sehat. Tomat bosan karena tidak bisa bebas bersosialisasi dengan orang lain, sementara saya sendiri seperti malas untuk bersosialisasi dengan orang lain. Yang sehat namun memiliki sifat seperti orang sakit, sepertinya kita yang sehat harus bersikap seperti orang sehat.
Pelajaran berharga! saya mulai percaya setiap yang saya lakukan (dalam kasus ini menjenguk tomat) didalamnya terdapat suatu pelajaran jika kita berpikir untuk mengambil hikmahnya. Saya Ingin Melakukan Banyak Hal!
Sister Tomat Ayo Cepet Sembuh Dong! Lawan tuh penyakit!

September 4, 2009 at 2:30 pm |
–Yang sehat namun memiliki sifat seperti orang sakit, sepertinya kita yang sehat harus bersikap seperti orang sehat.–
bener ris.. heu. kenapa saya ‘kena’ waktu baca tulisan itu..