Batuan beku ini secara tidak sadar banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembuatan structure bangunan kita lihat batuan buat pondasi bangunan, batu yang diperkecil untuk dijadikan campuran semen, batuan massif sering kita buat ornament dalam taman, atau bongkah yang berserakan di sungai. Kalo kita perhatikan lebih seksama batuan ini memiliki konfigurasi yang khas, ada yang mempunyai totol-totol hitam ada yang tidak, ada yang berwarna kehijauan ada yang abu-abu sampai hitam, biasanya batuan beku ini sangat keras.
Batuan beku kalo dalam bahasa inggrisnya disebut igneous rock, sebenarnya ga inggris-inggris banget sih karena ignis tuh dari bahasa yunani yang artinya pijar atau api. Lah batuan panas kah? Ga ini menunjukan bahwa batuan beku ini terbentuk dari sesuatu yang berpijar, dalam konteks ini ialah magma. Magma sendiri memilki pengertian cairan silikat panas dengan suhu berkisar antara 600 – 1250 derajat celcius yang bersifat mobile dan terbentuk secara alami (Larsen, 1938).
Batuan yang terbentuk dari magma! Kita pernah liat di televisi atau secara langsung letupan gunung api, ada fluida berwarna merah meletup-letup yang mengalir, itu adalah magma. Jika magma itu terkena temperature yang lebih rendah dia akan membeku menjadi batu yang disebut batuan beku ini (prosesnya kaya pembuatan es balok, dari fluida menjadi zat padat). Nah ternyata selain membeku di permukaan bumi, magma juga bisa membeku di bawah permukaan bumi loh.
Pengklasifikasian batuan beku sangat erat kaitannya dengan kandungan mineral yang menyusun batuan tersebut. Karena pembentukan mineral menunjukan keterbentukan, komposisi magma, temperature. Ini semua yang menjelaskan bagaimana batuan beku ini terbentuk berdasarkan kandungan mineral yang berhubungan nantinya dengan kenampakan fisik dari batu tersebut.
Ada 3 pengklasifikasian batuan beku yang coba dijabarkan disini, yaitu berdasarkan genetic batuan, bardasarkan kandungan senyawa kimia dan berdasarkan susunan mineraloginya ;
Berdasarkan Genetik Batuan
- Pluton atau intrusi, terbentuk dalam lingkungan yang jauh dalam perut bumi dalam kondisi tekanan tinggi
- Hypabisal, terbentuk pada lingkungan yang tidak jauh dari permukaan bumi
- Volkanik atau ekstrusi, terbentuk dipermukaan bumi dalam kondisi tekanan rendah
Berdasarkan Kandungan Senyawa Kimia
- Batuan beku asam, dengan komposisi silica lebih dari 65%
- Batuan beku menengah, dengan komposisi silica 52 – 65%
- Batuan beku basa, dengan komposisi silica 54 – 52%
- Batuan beku ultrabasa, dengan komposisi silica kurang dari 45%
Berdasarkan Kandungan Mineraloginya
Dilakukan dibawah mikroskop dimana kita mengelompokan jumlah mineral tertentu dan memasukannya dalam chart yang telah dilakukan penelitiannya oleh peneliti terdahulu.
Nah untuk coba-coba menjadi geologist tentunya kita harus mempunyai acuan sederhana dalam pendeskripsian batuan beku ini di lapangan (atau dimanapun lah), ini mungkin agak general namun nantinya bisa menjadi informasi dalam penamaan dan pengklasifikasian batuan beku. Untuk chart lapangannya bisa di download disini!
DESKRIPSI BATUAN BEKU
1. Nama Batuan
2. Warna, segar dan lapuk.
3. Komposisi Mineral
Komposisi mineral dapat dilihat dari indeks warnanya. Apakah leucocratic, mesocratic atau melanocratic. Lihat juga komposisi mineral pembentuk batuannya. Misalnya kuarsa, plagioklas, dll.
4. Tekstur
Tekstur adalah sifat butiran (mineral) dan hubungan antar butir dalam batuan, yang diakibatkan apabila batuan beku berkonsolidasi dari magma induknya yang dikontrol oleh kecepatan dan urutan kristalisasi. Hal ini tergantung pada temperatur, komposisi, kandungan gas, viskositas magma dan tekanan pada saat mengalami pembekuan.
Tekstur dalam batuan beku dapat dibedakan berdasarkan:
a. Tingkat kristalisasi atau derajat kristalisasi.
Jika batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun atas kristal-kristal, maka hal itu disebut Holokristalin dan apabila hampir seluruhnya terdiri atas gelas, disebut Holohialin. Sedangkan bila batuan terdiri dari kristal dan gelas disebut Hipokristalin atau Merokristalin.
b. Ukuran butir dan bentuk kristal
Ukuran butir
Secara garis besar ada 3 tekstur berdasarkan ukuran butir, yaitu :
1) Phaneritic, yaitu apabila batuan terdiri dari mineral-mineral berbutir kasar.
2) Aphanitic, yaitu apabila batuan terdiri dari mineral-mineral berbutir halus.
3) Porfiritic, yaitu apabila batuan terdiri dari mineral-mineral berbutir kasar (disebut fenokris) dan mineral-mineral berbutir halus (disebut masa dasar).
Bentuk kristal
Tidak semua batuan membentuk kristal yang sempurna. Pengamatan dengan mikroskop, dapat dibedakan dalam tiga bentuk, yaitu :
1) Euhedral : Bentuk kristal sempurna.
2) Subhedral : Sebagian sisi-sisi kristal tidak sempurna atau baik.
3) Anhedral : Bentuk sisi-sisi kristal tidak sempurna atau buruk.
Hal yang khusus adalah mineral tersebut tidak mempunyai bentuk kristal (amorf atau gelas), hal ini dapat terjadi karena pendinginan yang berjalan sangat cepat, sehingga larutan mineral tidak sempat menghablur.
c. Fabric atau hubungan antar butir mineral (Kemas)
Batuan beku yang hampir sama bentuk ukurannya disebut Equigranular, sedangkan yang tidak sama ukurannya disebut Inequigranular.
Berdasarkan bentuk mineralnya dibedakan tiga jenis anyaman tekstur yaitu :
1) Bila sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal (euhedral) disebut Panidiomorf atau Automorf.
2) Bila sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal euhedral dan subhedral, dimana selebihnya anhedral disebut Hipidiomorf atau Hipautomorf.
3) Bila seluruh mineral yang menyusunnya berbentuk anhedral, maka disebut Allotriomorf atau Xenomorf.
5. Struktur
• Masif, secara keseluruhan kenampakan batuan terlihat seragam.
• Vesikuler, pada masa batuan terdapat lubang-lubang kecil yang berbentuk bulat atau elips dengan penyebaran yang tidak merata. Lubang ini merupakan lubang bekas gas yang terperangkap pada waktu magma membeku.
• Amigdaloidal, struktur vesikuler yang telah terisi oleh mineral.
• Scorious, struktur vesikuler yang penyebarannya merata dengan lubang-lubang yang saling berhubungan.
• Aliran, kesejajaran mineral pada arah tertentu dengan orientasi yang jelas.
• Lava Bantal (Pillow Lava), lava yang memperlihatkan struktur seperti kumpulan bantal-bantal, hal ini disebabkan karena terbentuk di lingkungan laut.
• Columnar Joint, struktur yang memperlihatkan seperti kumpulan tiang-tiang, hal ini disebabkan adanya kontraksi pada proses pendinginannya
6. Bentuk Tubuh / Kenampakan di Lapangan
Bentuk tubuh dapat dilihat secara langsung di lapangan, jenis dari bentuk tubuh dapat dibagi menjadi dua :
• Intrusi
• Ekstrusi
sori bos males masukin poto