Jatinangor

July 27, 2009 by

Udah beberapa bulan ini saya balik lagi untuk menetap dijatinangor, menyelesaikan study yang terbengkalai beberapa saat karena keinginan saya untuk melihat dunia nyata. Banyak berubah, perubahan dalam tampilan fisik dan lingkungan tentunya. Perubahan fisik ini membuat saya gembira, adanya fasilitas hotspot dikampus yang menyebabkan saya rela bermalam disana dan banyak bangunan yang diperbaharui. Nah perubahan lingkungan yang membuat saya kurang nyaman dimana komunitas kampus (mahasiswa) telah berganti generasi, teman-teman seangkatan saya sudah meninggalkan kampus (malah beberapa ada yang sudah nikah). Weks padahal tinggal bergaul aja dengan generasi baru ini, namun tetep aja beda. Posisi sebagai senior menyebabkan susahnya berdiskusi….terlalu menganggap dewa mereka padahal apa yang saya omongin juga belum tentu bener.

Canggung dan aneh, kararagok lah ini ungkapan yang pas dalam masalah sosialisasi saya di kampus saat ini, padahal dahulu juga (ketika awal masuk kuliah) saya agak jarang bersosialisasi dengan teman seangkatan namun keadaan saat itu nyaman-nyaman saja tidak seperti sekarang ini. Apa perubahan lingkungan mahasiswa ke lingkungan kerja lalu ke lingkungan mahasiswa lagi yang menyebabkan ini semua. Ketidakmampuan saya untuk beradaptasi kembali kah yang menyebabkan penarikan diri dari lingkungan? Tak tahu lah. Secepatnya saya harus meninggalkan jatinangor karena waktu juga sudah tidak memungkinkan.

Bernad, Selloh, Ino, Umz, Krishna, Abim masih pada ada disini, namun orientasi sudah berbeda tentunya dimana semuanya pengen juga cepet-cepet ninggalin kampus. Kita jarang nongkrong-nongkrong bareng kali ya. Iya nih anak sekarang banyakan bener-bener kuliah terus balik lagi deh…boring tau idup kayak gitu.

Geothermal

July 27, 2009 by

Ini energi alternatif yang bersih dan terbarukan (renewable) namun sayang geothermal ini belum bisa diconvert dan dipindahkan seperti halnya minyak bumi, gas alam, batubara atau apapun yang kita kenal sekarang. Energi geothermal ini digunakan untuk pembangkit listrik dengan syarat pembangkitnya berada sangat dekat dengan sumber. Sebenarnya ini uap dari air bawah permukaan yang terpanaskan oleh ‘batu panas’ dan tekanan bawah permukaan, uap air ini harus tertutup oleh lapisan impermeable (kedap air, biasanya batulempung) untuk mendapatkan tekanan besar buat memutar turbin yang nantinya menghasilkan energi listrik. ya kayak kita masak air sampai ngegolak kalo kita tutupin terus dilubangin dikit ntar dapat tekanan besar kan! tekanan yang besar ini seiring jarak akan terus berkurang, nah ini makannya ga boleh jauh2 tuh pembangkitnya.

Saya sih agak iri dengan negara tetangga (philiphina) dimana hampir seluruh energi listriknya menggunakan geothermal. Bayangin mekanisme geothermal ini berjalan dengan sendirinya (mekanisme alam), tidak perlu membeli sumber panas (di kita biasanya batubara), tinggal maintanance alat aja, dan yang penting ga akan ada ngejebret (di kita kalo pasokan batubara terlambat biasanya ada pemadaman listrik kan). Ironi! karena 60% cadangan energi geothermal dunia ada di Indonesia, dengan kata lain potensi geothermal di Indonesia jauh lebih besar dari negara mana pun di dunia ini.

Saya bersama rekan studi geothermal di daerah Tangkuban Parahu, Jawa Barat. Ini studi akademis, mungkin bisa nambah semangat rekan-rekan untuk meneliti potensi geothermal di daerah lain…setidaknya jadi pengetahuan aja lah.

selamat mendownload! (tinggal di klik tuh)

Papernya

Presentasinya

Batuan Beku

July 25, 2009 by

Batuan beku ini secara tidak sadar banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembuatan structure bangunan kita lihat batuan buat pondasi bangunan, batu yang diperkecil untuk dijadikan campuran semen, batuan massif sering kita buat ornament dalam taman, atau bongkah yang berserakan di sungai. Kalo kita perhatikan lebih seksama batuan ini memiliki konfigurasi yang khas, ada yang mempunyai totol-totol hitam ada yang tidak, ada yang berwarna kehijauan ada yang abu-abu sampai hitam, biasanya batuan beku ini sangat keras.

Batuan beku kalo dalam bahasa inggrisnya disebut igneous rock, sebenarnya ga inggris-inggris banget sih karena ignis tuh dari bahasa yunani yang artinya pijar atau api. Lah batuan panas kah? Ga ini menunjukan bahwa batuan beku ini terbentuk dari sesuatu yang berpijar, dalam konteks ini ialah magma. Magma sendiri memilki pengertian cairan silikat panas dengan suhu berkisar antara 600 – 1250 derajat celcius yang bersifat mobile dan terbentuk secara alami (Larsen, 1938).

Batuan yang terbentuk dari magma! Kita pernah liat di televisi atau secara langsung letupan gunung api, ada fluida berwarna merah meletup-letup yang mengalir, itu adalah magma. Jika magma itu terkena temperature yang lebih rendah dia akan membeku menjadi batu yang disebut batuan beku ini (prosesnya kaya pembuatan es balok, dari fluida menjadi zat padat). Nah ternyata selain membeku di permukaan bumi, magma juga bisa membeku di bawah permukaan bumi loh.

Pengklasifikasian batuan beku sangat erat kaitannya dengan kandungan mineral yang menyusun batuan tersebut. Karena pembentukan mineral menunjukan keterbentukan, komposisi magma, temperature. Ini semua yang menjelaskan bagaimana batuan beku ini terbentuk berdasarkan kandungan mineral yang berhubungan nantinya dengan kenampakan fisik dari batu tersebut.

Ada 3 pengklasifikasian batuan beku yang coba dijabarkan disini, yaitu berdasarkan genetic batuan, bardasarkan kandungan senyawa kimia dan berdasarkan susunan mineraloginya ;

Berdasarkan Genetik Batuan

- Pluton atau intrusi, terbentuk dalam lingkungan yang jauh dalam perut bumi dalam kondisi tekanan tinggi

- Hypabisal, terbentuk pada lingkungan yang tidak jauh dari permukaan bumi

- Volkanik atau ekstrusi, terbentuk dipermukaan bumi dalam kondisi tekanan rendah

Berdasarkan Kandungan Senyawa Kimia

- Batuan beku asam, dengan komposisi silica lebih dari 65%

- Batuan beku menengah, dengan komposisi silica 52 – 65%

- Batuan beku basa, dengan komposisi silica 54 – 52%

- Batuan beku ultrabasa, dengan komposisi silica kurang dari 45%

Berdasarkan Kandungan Mineraloginya

Dilakukan dibawah mikroskop dimana kita mengelompokan jumlah mineral tertentu dan memasukannya dalam chart yang telah dilakukan penelitiannya oleh peneliti terdahulu.

Nah untuk coba-coba menjadi geologist tentunya kita harus mempunyai acuan sederhana dalam pendeskripsian batuan beku ini di lapangan (atau dimanapun lah), ini mungkin agak general namun nantinya bisa menjadi informasi dalam penamaan dan pengklasifikasian batuan beku. Untuk chart lapangannya bisa di download disini!

DESKRIPSI BATUAN BEKU

1. Nama Batuan

2. Warna, segar dan lapuk.

3. Komposisi Mineral

Komposisi mineral dapat dilihat dari indeks warnanya. Apakah leucocratic, mesocratic atau melanocratic. Lihat juga komposisi mineral pembentuk batuannya. Misalnya kuarsa, plagioklas, dll.

4. Tekstur

Tekstur adalah sifat butiran (mineral) dan hubungan antar butir dalam batuan, yang diakibatkan apabila batuan beku berkonsolidasi dari magma induknya yang dikontrol oleh kecepatan dan urutan kristalisasi. Hal ini tergantung pada temperatur, komposisi, kandungan gas, viskositas magma dan tekanan pada saat mengalami pembekuan.

Tekstur dalam batuan beku dapat dibedakan berdasarkan:

a. Tingkat kristalisasi atau derajat kristalisasi.

Jika batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun atas kristal-kristal, maka hal itu disebut Holokristalin dan apabila hampir seluruhnya terdiri atas gelas, disebut Holohialin. Sedangkan bila batuan terdiri dari kristal dan gelas disebut Hipokristalin atau Merokristalin.

b. Ukuran butir dan bentuk kristal

Ukuran butir

Secara garis besar ada 3 tekstur berdasarkan ukuran butir, yaitu :

1) Phaneritic, yaitu apabila batuan terdiri dari mineral-mineral berbutir kasar.

2) Aphanitic, yaitu apabila batuan terdiri dari mineral-mineral berbutir halus.

3) Porfiritic, yaitu apabila batuan terdiri dari mineral-mineral berbutir kasar (disebut fenokris) dan mineral-mineral berbutir halus (disebut masa dasar).

Bentuk kristal

Tidak semua batuan membentuk kristal yang sempurna. Pengamatan dengan mikroskop, dapat dibedakan dalam tiga bentuk, yaitu :

1) Euhedral : Bentuk kristal sempurna.

2) Subhedral : Sebagian sisi-sisi kristal tidak sempurna atau baik.

3) Anhedral : Bentuk sisi-sisi kristal tidak sempurna atau buruk.

Hal yang khusus adalah mineral tersebut tidak mempunyai bentuk kristal (amorf atau gelas), hal ini dapat terjadi karena pendinginan yang berjalan sangat cepat, sehingga larutan mineral tidak sempat menghablur.

c. Fabric atau hubungan antar butir mineral (Kemas)

Batuan beku yang hampir sama bentuk ukurannya disebut Equigranular, sedangkan yang tidak sama ukurannya disebut Inequigranular.

Berdasarkan bentuk mineralnya dibedakan tiga jenis anyaman tekstur yaitu :

1) Bila sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal (euhedral) disebut Panidiomorf atau Automorf.

2) Bila sebagian besar kristalnya dibatasi oleh bidang kristal euhedral dan subhedral, dimana selebihnya anhedral disebut Hipidiomorf atau Hipautomorf.

3) Bila seluruh mineral yang menyusunnya berbentuk anhedral, maka disebut Allotriomorf atau Xenomorf.

5. Struktur

• Masif, secara keseluruhan kenampakan batuan terlihat seragam.

• Vesikuler, pada masa batuan terdapat lubang-lubang kecil yang berbentuk bulat atau elips dengan penyebaran yang tidak merata. Lubang ini merupakan lubang bekas gas yang terperangkap pada waktu magma membeku.

• Amigdaloidal, struktur vesikuler yang telah terisi oleh mineral.

• Scorious, struktur vesikuler yang penyebarannya merata dengan lubang-lubang yang saling berhubungan.

• Aliran, kesejajaran mineral pada arah tertentu dengan orientasi yang jelas.

• Lava Bantal (Pillow Lava), lava yang memperlihatkan struktur seperti kumpulan bantal-bantal, hal ini disebabkan karena terbentuk di lingkungan laut.

• Columnar Joint, struktur yang memperlihatkan seperti kumpulan tiang-tiang, hal ini disebabkan adanya kontraksi pada proses pendinginannya

6. Bentuk Tubuh / Kenampakan di Lapangan

Bentuk tubuh dapat dilihat secara langsung di lapangan, jenis dari bentuk tubuh dapat dibagi menjadi dua :

• Intrusi

• Ekstrusi

sori bos males masukin poto

Serial TV

July 18, 2009 by

Mengisi kekosongan waktu saya pakai buat nonton serial TV nya orang bule sana yang judulnya GREY’S ANATOMY. Mungkin seperti kebanyakan ibu-ibu yang menikmati tayangan sinetron di statsiun TV local namun bedanya yang saya tonton ini tanpa iklan sama sekali dan saya ga perlu menunggu pemunculannya minggu depan karena saya beli semua DVD nya sampai tamat… haha saya merasa menang disini.

Sekedar meriview yang saya tonton. Latar belakang dari film ini sangatlah sederhana yaitu rumah sakit dimana dokter melakukan pekerjaannya setiap hari. Dengan gaya western nya dokter-dokter ini memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya sekaligus kehidupan social yang serba bebas , hal ini bertolak belakang tentunya dimana profesionalisme dan kehidupan pribadi merupakan sesuatu yang tabu dipertemukan buat penganut sekuler seperti dibarat sana. Selain itu ga ada yang special hanya berkutat kepada penyelamatan jiwa pasien dan kisah cinta segi banyak yang terjadi dalam rumah sakit tersebut… Tapi saya terus menonton film ini sampai habis.

Mencoba menelaah kenapa film itu terus saya tonton! Pertama, tentu ceritanya menarik dengan latar belakang yang hanya sebuah rumah sakit di Seattle yang buat ni film mampu membuat penontonnya menunggu kelanjutan kisah. Ni orang kreatif banget mampu memadukan beberapa cerita sederhana menjadi sebuah dongeng buat saya. Kedua, ini film bukan suatu yang mengada-ada dan hal yang sangat mungkin terjadi dalam kehidupan nyata ini. Ga seperti beberapa sinetron kita yang menyuguhkan seorang pembantu cantik yang miskin banget tiba-tiba jatuh cinta pada anak majikannya yang kaya raya terus happy ending ever after lah. Ketiga, ni pembuat film meriset ilmu kedokteran dulu sebelum menulis cerita, dimana artisnya harus mengerti akan pembedahan cardio, neuro, tumor, dll. Ya ada pembelajaran tentang ilmu kedokteran disini.

Menonton beberapa film bioskop hasil garapan anak bangsa ini, terkesan tema cerita yang disuguhkan masih berkutat pada hantu dan percintaan. Ini juga sudah bagus sih karena para penulis cerita Indonesia sudah kreatif dan percaya diri untuk menampilkan karyanya. Namun alangkah lebih baik jika cerita yang disuguhkan kepada publik mengandung unsur pembelajarannya. Tanpa sadar (dengan hanya menonton) saya tahu proses menjahit luka, pertolongan pertama pada kecelakaan, gejala beberapa penyakit, dll tentang ilmu kedokteran sederhana. Oh ya sebagai tambahan saya juga nonton serial prison break dimana perhitungan titik lemah bangunan, struktur bangunan, dan perencanaan saya dapatkan, tentunya selain cerita yang menarik juga.

Saya bukanlah seorang penulis cerita apalagi pembuat film, saya memberi masukan supaya penulis cerita lebih menitikberatkan kepada proses pengajaran kepada pembaca/penontonnya… ya saya percaya media sangat efektif dalam proses ini.

Yee kritik mulu ya saya… siapa tau ada penulis cerita yang tertarik akan bidang geologi…hihi…saya siap bantu deh!

Pengenalan

July 18, 2009 by

Saya merupakan seorang geologist. Ya mungkin frame berpikir orang seperti itu karena saya ngambil kuliah di geologi universitas Padjadjaran. Geologist ini merupakan suatu title terhadap orang yang mengerti akan geologi. Seperti hal nya ahli mental disebut mentalist, ahli nulis (jurnal) disebut jurnalist, ahli ekonomi disebut economist dan ahli sipil disebut sipilist…haha

Persepsi yang salah jika orang menganggap saya ahli dalam geologi, masih dalam tahap belajar dan memahami ilmu geologi itu sendiri. Namun dalam tulisan ini saya coba membagi apa yang saya ketahui tentang geologi, apa yang telah saya pelajari tentang geologi, dan apa yang membuatnya perlu untuk di ketahui dan dipelajari. Mengutip dari LorenA. Raymond (nah ini baru geologist) dalam bukunya yang berjudul Petrology “Geology is study of the planet earth including its composition, origin, and history. Most of solid part of the earth is composed of rock, an understanding of their nature, composition, origin, and histories are central to understand earth history.” Yang intinya geologi itu mempelajari batu untuk memahami bumi, ya pokoknya mah we will rock you lah katanya.

Batu memiliki pengertian agregat mineral atau solid, biasanya terdiri dari butir mineral, glass, komposisi organik, dan kombinasi dari komponen-komponen tersebut (ini masih kutipan dari buku petrology nya LorenA. Raymond). Agak ribet memang kalo definisi tapi seperti yang kita ketahui umum bahwa batu itu benda padat, biasa berserakan dimana-mana, ada yang keras banget ada yang gampang ancur, warna nya beda-beda, bisa buat bangunan bisa buat hiasan, ada yang bisa dijual ada yang tidak. Ya kita sebenarnya membicarakan sifat batu itu… warna, kekerasan, tekstur, kandungan dalam batu tersebut, dan lainnya. Mendeskripsi batu yang merupakan pekerjaan utama seorang geologist tidak lain dari mencatat sifat-sifat batu itu. See sebenarnya ilmu geologi dasarnya adalah “senang mengamati”.

Mencatat sifat-sifat dari batu, tentunya seorang geologist tidak sesimpel ini dalam melakukan kerjaannya (kalo gampang banget juga ga asik toh). Geologi merupakan ilmu yang ditopang oleh disiplin ilmu lainnya seperti paleontologi, mineralogi, geofisika, geokimia, sedimentologi, stratigrafi, dan lain sebagainnya (mungkin akan dibahas ditulisan lainnya) ini yang membuatnya menjadi komplek namun kekompleksitasan ini dipakai untuk menyederhanakan ciptaan tuhan (bumi) yang memang sangat komplek, sehingga jika anda mencari tuhan anda bisa mencoba mempelajari ilmu geologi ini.

Menulis blog

July 17, 2009 by

Ini merupakan suatu permulaan, dimulai dengan tekad untuk menulis setiap harinya dalam blog ini. Agak muluk memang mengingat sejarah tentang inkonsistensinya seorang aris dalam bertindak, konsep sih sudah oke namun dalam pelaksanaannya cenderung malas atau patah ditengah jalan. Haha saya coba dulu lah

Menulis blog ini bukan untuk pamer (saya pikir ga ada yang peduli tentang kehidupan saya) bukan juga buat komersil (ya banyak tuh yg nulis kesehariannya trus dijadiin buku). Ini hanya semacam diary berisi kejadian sehari-hari ataupun gagasan (pikiran) yang ada dalam otak saya. Kalo diary sih buat anak ABG, saya lebih seneng kalo ini disebut ngegumel, curhat, sharing…ya whatever lah.

Ini hanya latihan saya mengembangkan kreatifitas. Hanya itu! Sifatnya aga lebih pribadi, tapi ini kan dimunculin di dunia networking jadi siapa aja bisa baca dan komentar…jadi hayoh kita diskusi.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.